Menurut Kantor Berita ABNA, kebengisan aparat keamanan rezim Bahrain kali ini mengakibatkan seorang bayi gugur syahid.
Gas-gas beracun yang dilemparkan polisi Bahrain ke rumah-rumah warga di wilayah Bilad al-Qadim membunuh seorang bayi perempuan bernama Sajedeh Faisal Shahin. Demikian dilaporkan Fars News (6/12).
Bayi tak berdosa itu gugur setelah menghirup gas beracun polisi. Kelompok oposisi Bahrain, al-Wefaq menyeru masyarakat untuk hadir dalam acara duka mengenang kesyahidan Sajedeh hari Kamis (6/12) selepas shalat magrib.
Revolusi rakyat Bahrain dimulai satu setengah tahun lalu. Upaya aparat keamanan dibantu pasukan Saudi untuk mematikan gerakan rakyat ini telah mengakibatkan sejumlah warga Bahrain gugur.
Menurut data lembaga internasional hak asasi manusia, beberapa orang demonstran tewas karena mendapat siksaan berat aparat keamanan rezim al-Khalifa.
Beberapa demonstran lain juga dikabarkan lumpuh, dan demonstran wanita yang sedang hamil mengalami keguguran karena menghirup gas beracun.
Sekalipun represi rezim Bahrain yang sudah keluar dari batas kemanusiaan itu terus dilakukan, namun rakyat Bahrain tetap turun ke jalan melanjutkan aksinya menuntut keadilan. Demikian berita ini dilansir dari Kantor Berita IRIB.


